Terdapat
dua prosesor yang saat ini telah kita kenal, yaitu RISC (Reduce Instruction
Set Komputer) dan
CISC (Complex Instruction Set Computer). Prosesor CISC memiliki
instruksi-instruksi kompleks untuk
memudahkan penulisan program bahasa assembly, sedangkan prosesor RISC memiliki instruksi-instruksi
sederhana yang dapat dieksekusi dengan cepat untuk menyederhanakan implementasi
rangkaian kontrol internal prosesor. Karenanya, prosesor RISC dapat dibuat
dalam luasan
keping semikonduktor yang relatif lebih sempit dengan jumlah komponen yang
lebih sedikit dibanding
prosesor CISC. Perbedaan orientasi di antara kedua prosesor ini menyebabkan
adanya perbedaan
sistem secara keseluruhan, termasuk juga perancangan kompilatornya.
A.
Pengertian
Cisc (Complex Instructions Set Computer)
CISC adalah singkatan dari Complex Intruction Set Computer dimana prosesor tersebut memiliki set instruksi yang kompleks dan lengkap. CISC sendiri adalah salah satu bentuk arsitektur yang menjalani beberapa instruksi dengan tingkat yang rendah. Misalnya intruksi tingakt rendah tersebut adalah operasi aritmetika, penyimpanan-pengambilan dari memory dll.CISC memang memiliki instruksi yang complex dan memang dirasa berpengaruh pada kinerjanya yang lebih lambat. CISC menawarkan set intruksi yang powerful, kuat, tangguh, maka tak heran jika CISC memang hanya mengenal bahasa asembly yang sebenarnya ia tujukan bagi para programmer. Oleh karena itu ,CISC hanya memerlukan sedikit instruksi untuk berjalan.Tujuan utama dari arsitektur CISC adalah melaksanakan suatu perintah cukup dengan beberapa baris bahasa mesin sedikit mungkin. Hal ini bisa tercapai dengan cara membuat perangkat keras prosesor mampu memahami dan menjalankan beberapa rangkaian operasi. Untuk tujuan contoh kita kali ini, sebuah prosesor CISC sudah dilengkapi dengan sebuah instruksi khusus, yang kita beri nama MULT. Saat dijalankan, instruksi akan membaca dua nilai dan menyimpannya ke 2 register yag berbeda, melakukan perkalian operan di unit eksekusi dan kemudian mengambalikan lagi hasilnya ke register yang benar. Jadi instruksi-nya cukup satu saja.
Risc
(Reduced Instruction Set Computer)
Risc yang artinya prosesor tersebut memiliki set instruksi program yang lebih sedikit. Karena perbedaan keduanya ada pada kata set instruksi yang kompleks atau sederhana (reduced). RISC lahir pada pertengahan 1980, kelahirannya ini dilator belakangi untuK CISC. Perbedaan mencolok dari kelahiran RISC ini adalah tidak ditemui pada dirinya instruksi assembly atau yang dikenal dengan bahasa mesin sedangkan itu banyak sekali di jumpai di CISC.Konsep arsitektur RISC banyak menerapkan proses eksekusi pipeline. Meskipun jumlah perintah tunggal yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan yang diberikan mungkin lebih besar, eksekusi secara pipeline memerlukan waktu yang lebih singkat daripada waktu untuk melakukan pekerjaan yang sama dengan menggunakan perintah yang lebih rumit. Mesin RISC memerlukan memori yang lebih besar untuk mengakomodasi program yang lebih besar. IBM 801 adalah prosesor komersial pertama yang menggunakan pendekatan RISC. Lebih lanjut untuk memahami RISC, diawali dengan tinjauan singkat tentang karakteristik eksekusi instruksi.
Aspek komputasi yang ditinjau dalam merancang mesin RISC adalah sbb.:
·
Operasi-operasi yang dilakukan:
Hal ini menentukan
fungsi-fungsi yang akan dilakukan oleh CPU dan interaksinya dengan memori.
·
Operand-operand yang digunakan:
Jenis-jenis operand dan
frekuensi pemakaiannya akan menentukan organisasi memori untuk menyimpannya dan
mode pengalamatan untuk mengaksesnya.
·
Pengurutan eksekusi:
Hal ini akan menentukan
kontrol dan organisasi pipeline.
B.
Perbedaan karakteristik CISC dan
RISC
CISC
dan RISC perbedaannya tidak signifikan jika hanya dilihat dari terminologi set instruksinya
yang kompleks atau tidak (reduced). Lebih dari itu, RISC dan CISC
berbeda dalam filosofi arsitekturnya. Filosofi arsitektur CISC adalah
memindahkan kerumitan software ke dalam hardware. Teknologi
pembuatan IC saat ini memungkinkan untuk menamam ribuan bahkan jutaan
transistor di dalam satu dice. Bermacam-macam instruksi yang mendekati
bahasa pemrogram tingkat tinggi dapat dibuat dengan tujuan untuk memudahkan programmer
membuat programnya. Beberapa prosesor CISC umumnya memiliki microcode berupa
firmware internal di dalam chip-nya yang berguna untuk menterjemahkan
instruksi makro. Mekanisme ini bisa memperlambat eksekusi instruksi, namun
efektif untuk membuat instruksi-instruksi yang kompleks. Untuk
aplikasi-aplikasi tertentu yang membutuhkan singlechip komputer,
prosesor CISC bisa menjadi pilihan.
Karakteristik CISC
versus RISC
- Rancangan RISC dapat memperoleh keuntungan dengan mengambil sejumlah feature CISC dan Rancangan CISC dapat memperoleh keuntungan dengan mengambil sejumlah feature RISC.
- Hasilnya adalah bahwa sejumlah rancangan RISC yang terbaru, yang dikenal sebagai PowerPC, tidak lagi “murni” RISC dan rancangan CISC yang terbaru, yang dikenal sebagai Pentium, memiliki beberapa karakteristik RISC.
Ciri-ciri RISC:
- Instruksi berukuran tunggal
- Ukuran yang umum adalah 4 byte.
- Jumlah mode pengalamatan data yang sedikit, biasanya kurang dari lima buah.
- Tidak terdapat pengalamatan tak langsung.
- Tidak terdapat operasi yang menggabungkan operasi load/store dengan operasi aritmetika (misalnya, penambahan dari memori, penambahan ke memori).
Sebaliknya,
filosofi arsitektur RISC adalah arsitektur prosesor yang tidak rumit dengan membatasi
jumlah instruksi hanya pada instruksi dasar yang diperlukan saja. Kerumitan
membuat program dalam bahasa mesin diatasi dengan membuat bahasa program
tingkat tinggi dan compiler yang sesuai. Karena tidak rumit, teorinya
mikroprosesor RISC adalah mikroprosesor yang low-cost dalam arti yang
sebenarnya. Namun demikian, kelebihan ruang pada prosesor RISC dimanfaatkan
untuk membuat sistem-sistem tambahan yang ada pada prosesor modern saat ini.
Banyak prosesor RISC yang di dalam chip-nya dilengkapi dengan sistem superscalar,
pipelining, caches memory, register-register dan sebagainya, yang
tujuannya untuk membuat prosesor itu menjadi semakin cepat.
Sudah
sering kita mendengar debat yang cukup menarik antara komputer personal IBM dan
kompatibelnya yang berlabel Intel Inside dengan komputer Apple yang berlabel
PowerPC. Perbedaan utama antara kedua komputer itu ada pada tipe prosesor yang
digunakannya. Prosesor PowerPC dari Motorola yang menjadi otak utama komputer
Apple Macintosh dipercaya sebagai prosesor RISC, sedangkan Pentium buatan Intel
diyakini sebagai prosesor CISC. Kenyataannya komputer personal yang berbasis
Intel Pentium saat ini adalah komputer personal yang paling banyak populasinya.
Tetapi tidak bisa pungkiri juga bahwa komputer yang berbasis RISC seperti
Macintosh, SUN adalah komputer yang handal dengan sistem pipelining, superscalar,
operasi floating point dan sebagainya.
0 komentar:
Posting Komentar